Kaidah Shorof 002 || Kata Kerja Bentuk Lampau dan Kata Ganti Subyek - الفِعْلُ الْمَاضِي مَعَ ضَمَائِرِ الْفاعِل



Kaidah :
Kata ganti untuk subyek/pelaku yang bersambung dengan kata kerja (ضَمَائِرُ الْفَاعِل الْمُتَّصِلَة) :
- Kata ganti orang pertama (الْمُتَكَلِّم) :
تُ (كَتَبْتُ)، نا (كَتَبْنَا)
- Kata ganti orang kedua (الْمُخَاطَب) :
تَ (كَتَبْتَ)، تِ (كَتَبْتِ)، تُمَا (كَتَبْتُمَا)، تُمْ (كَتَبْتُمْ)، تُنَّ (كَتَبْتُنَّ)
- Kata ganti orang ketiga (الْغَائِب) :
  1. Kata ganti orang ketiga tunggal (Lk) yang tersembunyi yaitu (هُوَ) sebagai subyek pada kata kerja tersebut : كَتَبَ
  2. Kata ganti orang ketiga tunggal (Pr) yang tersembunyi yaitu (هِيَ) sebagai subyek pada kata kerja tersebut : كَتَبَتْ
    Huruf Ta' sukun (تْ) diakhir kata kerja itu adalah tanda (Pr)/مُؤَنَّث
  3. أَلِفُ الْمُثَنَّى - Huruf Alif yang menunjukkan dua subyek (فَاعِل), contohnya : كَتَبَا dan كَتَبَتَا
  4. وَاوُ الْجَمَاعَة - Huruf Wawu yang menunjukkan lebih dari dua subyek (فَاعِل) (Lk)/مُذَكَّر, contohnya : كَتَبُوا
  5. نُوْنُ النِّسْوَة - Huruf Nun yang menunjukkan lebih dari dua subyek (فَاعِل) (Pr)/مُؤَنَّث, contohnya : كَتَبْنَ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Nama Nama Surga dalam Al Qur'an

Metode dalam Menuntut Ilmu

Hukum-Hukum Fiqih Seputar Shalat Jum'at

Kenapa Bisa Berbeda Padahal Sumbernya Satu..???

Ingkarus Sunnah Menolak Al Qur'an Tanpa Sadar

Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mempersiapkan Generasi Pelanjut yang Berkualitas

Keutamaan Ilmu Agama dan Keutamaan Menuntutnya

Syariat dan Hikmah Pelaksanaan Ibadah Qurban