Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tafsir

[Cinta Damai] Apa Untungnya Loyal, Mendukung dan Membela Mereka..?!?!?

{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ} [المجادلة: 14] Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. [Al Mujadilah(58):14] (Tidakkah kamu perhatikan) : tidakkah kamu melihat (orang-orang yang menjadikan teman) : mereka adalah kaum munafik (suatu kaum) : yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi (yang dimurkai Allah) (Orang-orang itu bukan) : yakni orang-orang munafik itu bukan (dari golongan kalian) : orang-orang mukmin, (dan bukan pula dari golongan mereka) : bukan dari kalangan orang-orang Yahudi akan tetapi mereka adalah orang-orang yang bermuka dua. (Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan) : yakni perkataan mereka bahwa sesungguhnya mereka adalah ...

Jumlah Kitab Samawy ada 104..?!?!?!

Gambar
Soal : Berapa Jumlah Kitab yang Allah turunkan untuk Anak Cucu Adam..??? Apakah benar jumlahnya 104 kitab sebagaimana pendapat sebagian orang..??? Jawab : Segala puji hanya milik Allah, semoga sholawat dan salam tetap tercurah kepada Rasulullah ~Shollallahu 'alaihi wasallam~ beserta seluruh Keluarga dan para Sahabatnya, Setiap Muslim wajib untuk ber-iman terhadap seluruh kitab yang Allah Subhanahu wata'ala turunkan kepada para Nabi dan Rasul Utusan-Nya, secara global, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala : Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya... [Al Baqarah (2):285] Allah Subhanahu wata'ala berfirman : dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah [Asy-Syuuro(42):15] Adapun beri-iman kepada kitab-kitab samawy secara terperinci, maka ini tidaklah wajib kecuali s...

Banyak Belum Tentu Baik dan Benar

Gambar
Kebanyakan manusia tidak bersyukur, Allah Subhanahu wata'ala berfirman : {وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ} ...akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. [Al Baqarah (2):243; Yusuf (12):38; Ghafir (40):61] {قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ} ...(tetapi) Amat sedikitlah kamu bersyukur. [Al A'raf (7):10; Al Mu'minun (23):78; As Sajadah (32):9]; Al Mulk (67):23] {وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ} [المؤمنون: 78] Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. [Al Mu'minun (23):78] Kebanyakan manusia berbuat buruk, fasiq dan sesat, khususnya ahli kitab, Allah Subhanahu wata'ala berfirman : {وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ} [المائدة: 66] Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. [Al Maa-idah (5):66] {وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَ} [الصافات: 71] Dan sesungguhnya telah sesat se...

Membelanjakan Harta di Jalan Allah dengan Sedekah

Saudaraku, teruslah membelanjakan harta untuk membela agama Allah Subhanahu wata'ala, dalam rangka jihad di jalan Allah, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang melemparkan dirinya kedalam jurang-jurang kebinasaan, akibat dari meninggalkan jihad di jalan Allah, dan tidak menginfaqkan harta dalam membela agama Allah. Saudaraku. berbuat baiklah dalam membelanjakan harta dan dalam ketaatan seluruhnya, jadikan seluruh amalan-amalan kita semuanya ikhlas hanya mengharapkan wajah Allah semata. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang ikhlas dan senantiasa berbuat baik. Allah subhanahu wata'ala berfirman : {وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ} [البقرة: 195] Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al Baqoroh (2): 195]...

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan Berendah Diri dan Suara yang Lembut..!!!

{ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ} [الأعراف: 55] Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [QS. Al A'raf (7):55] Do'a adalah Ibadah Berdasarkan ayat diatas maka jelas bagi kita bahwasanya do'a adalah ibadah, dan ketika telah diketahui bahwasanya do'a adalah ibadah maka berdo'a meminta kepada selain Allah tentu merupakan kesyirikan/menyekutukan Allah Azza Wajalla, oleh karena itu Zat yang berhaq dipanjatkan do'a kepada-Nya, disembah dan digantungkan harapan kepada-Nya hanyalah Allah satu-satu-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya. Do'a Sembunyi-Sembunyi Ayat diatas menunjukkan kepada kita bahwasanya menyembunyikan do'a lebih agung dibandingkan dengan menampakkannya apalagi sampai membesarkan suara ketika berdo'a, Allah Subhanahu wata'ala berfirman : {إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا} [مريم: 3] "yaitu tatkala i...

Membiarkan Peringatan Tanpa Perbuatan Menyebabkan Penyesalan

Gambar
{إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا} [النبأ: 40] Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". [An Naba' (78):40] [ Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, ], [ Siksa yang dekat ] di dalam ayat ini mengandung dua makna; Pertama : Siksa berupa hukuman di dunia, dan ini lebih dekat jika dibandingkan dengan siksa yang kedua demikian pendapat Qotadah rahimahullah, Muqatil Rahimahullah juga berpendapat yang serupa yaitu : siksa berupa peperangan terhadap mereka kafir quraisy di Perang Badar. Kedua : Siksa berupa adzab pada hari kiamat, karena hari kiamat itu pasti datang dan sesuatu yang akan datang tentu semakin dekat. Makna ini sebagaimana...

Sibuk dengan Harta dan Keturunan Menjadikan Lalai dari Fardhu dan Kewajiban

Gambar
Tafsir Ringkas Surat Al Munafiqun (63) Ayat 9, 10 dan 11 {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (9) وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ (10) وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ} [المنافقون: 9 - 11] Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang y...

Makna Kata "Dzikir" dalam Al Qur'an

Sungguh kesesatan yang sangat nyata bagi siapa yang meninggalkan dzikir kepada Allah. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman, {فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ} [الزمر: 22] “Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk berdzikir (mengingat) Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” [Az-Zumar: 22] Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman juga mengingatkan, {وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ} [الزخرف: 36] “Barangsiapa yang berpaling dari dzikir kepada Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pemurah), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” [Az-Zukhruf: 36] Dalam Al-Qur’an, dzikir ditafsirkan dan digunakan dengan berbagai macam makna, diantaranya : ذكر اللسان (Berdzikir dengan lisan) Sebagaimana dalam firman Allah Subhânahu wa Ta’âlâ : {فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ} [البقرة: 200] "M...

Bacalah...!!!

Perintah "BACALAH" di dalam Al Qur'an. Allah subhanahu wata'ala pada saat menurunkan wahyu yang pertama kepada Rasul-Nya Muhammad Shollallahu 'alaihi wasallam, Allah perintahkan untuk mengawali bacaannya dengan membaca dan menyebut nama Allah Subhanahu wata'ala, اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, [S U R A T A L - ' A L A Q (96):1] Dialah Allah yang telah menciptakan seluruh makhluk, sebagaimana telah diketahui sejak dahulu oleh orang-orang kafir sekalipun bahwa bukanlah sesembahan, patung-patung, dewa-dewa dan berhala-berhala mereka yang menciptakan seluruh makhluk akan tetapi PENCIPTA itu adalah Allah Subhanahu wata'ala, kemudian Allah subhanahu wata'ala pertegas kembali perintahnya untuk "MEMBACA" sebagaimana dalam firman-Nya, اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ Bacalah , dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, [S U R A T A L - ' A L A Q (96):3] Membaca Wahyu yang telah Allah wa...

Makna Kata "Kafir" dalam Al Qur'an

Para Ulama Tafsir Menyebutkan bahwa kata Kafir/Kufur ( الْكفْر ) dalam Al Qur'an memiliki lima makna : 1. Kafir terhadap tauhid ( الْكفْر بِالتَّوْحِيدِ ) Sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wata'ala : {إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ} [البقرة: 6] Sesungguhnya orang-orang KAFIR , sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. [Al Baqoroh (2):6] Dalam Ayat yang lain Allah subhanahu wata'ala berfirman : {إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ} [الحج: 25] Sesungguhnya orang-orang yang KAFIR dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud d...

Seputar Kontradiksi Antara Al Qur'an dan As Sunnah

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Bani ditanya: “Ada sebagian orang yang berkata bahwa apabila terdapat sebuah hadits yang bertentangan dengan ayat Al-Qur’an maka hadits tersebut harus kita tolak walaupun derajatnya shahih. Mereka mencontohkan sebuah hadits: "إن الميت ليُعذب ببكاء أهله عليه" “Sesungguhnya mayit akan disiksa disebabkan tangisan dari keluarganya.” [Shohih Al Jami' 1970] Mereka berkata bahwa hadits tersebut ditolak oleh Aisyah Radliyallahu ‘anha dengan sebuah ayat dalam Al-Qur’an surat Fathir ayat 18: {وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى} [فاطر: 18] “Seseorang tidak akan memikul dosa orang lain.” Bagaimana kita membantah pendapat mereka ini ? Jawaban: Mengatakan ada hadits shahih yang bertentangan dengan Al-Qur’an adalah kesalahan yang sangat fatal. Sebab tidak mungkin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diutus oleh Allah memberikan keterangan yang bertentangan dengan keterangan Allah yang mengutus beliau (bahkan sangat tidak mungkin hal itu terjadi...

Kenapa Bisa Berbeda Padahal Sumbernya Satu..???

Apa yang Menjadi Rujukan dalam Menafsirkan Al Quran? Bagaimanakah cara Menafsirkan Al Quran yang benar? Berikut penjelasan dari Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin (rahimahullah). Tafsir Al Quran dirujuk kepada referensi berikut: A. Kalamullah ta’ala (Al Quran –pent.) Maka Al Qur’an ditafsirkan dengan Al Qur’an, karena Allah subhanahu wata’ala-lah yang menurunkannya, dan Dia-lah yang paling tahu dengan apa yang dimaksud di dalam Al Qur’an. Ada beberapa contoh untuk perkara ini, di antaranya: 1. Firman Allaah subhanahu wata’ala, أَلآ إِنّ أَوْلِيَآءَ اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ”Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus: 62) Sungguh kata أَوْلِيَآءُ اللّهِ (wali-wali Allah) telah ditafsirkan oleh firman Allah di ayat berikutnya, الّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتّقُونَ ”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (Yunus: 63) 2). Firman Allah subhanahu...